Minggu, 29 Juni 2014

Kesendirian is Loneliness

Banyak orang yang merasa bahwa mereka bisa menjalani hidup yang happy tanpa perlu berinteraksi dengan banyak orang. Mereka hanya intensif berinteraksi dengan dirinya dan “ring satu” (keluarga inti dan sahabat yang sudah lama).
Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi ini. Mereka loneliness tetapi mereka tidak menyadarinya.
Mereka sudah merasa nyaman berada di “ring satu”. Mereka terlalu asyik dengan dunianya dan mereka tidak menyadari bahwa dunia sudah berubah begitu cepat. Terlalu lama dan asyik di “ring satu” membuat seseorang sulit berkembang baik secara keahlian ataupun sikap mental. Boleh jadi uanganya banyak tetapi hatinya merasa hampa. Sepi dalam keramaian.
Banyak kerugian yang didapat bila seseorang hanya asyik berinteraksi dengan “ring satu”.
Kerugian pertama, mereka sulit diajak untuk berubah. Perasaan dan kondisi nyaman karena asyik dengan apa yang sudah dijalaninya selama ini membuat mereka merasa tak perlu berubah ke arah yang lebih menantang.
Kerugian kedua, mereka mudah tersinggung. Karena terbiasa enjoy dan asyik dengan dunianya maka saat berbeda pendapat dengan orang lain mereka akan mudah “mutung” alias mudah tersinggung. Padahal, perbedaan pendapat itu membuat seseorang lebih bijak, berpandangan luas dan mengikis kesombongan.
Cobalah merenung sejenak, apabila Anda hanya dekat dengan keluarga inti dan teman dekat yang tiada pernah bertambah bisa jadi Anda terkena penyakit loneliness.
Segeralah keluar dari “ring satu” perbanyak teman Anda. Sahabat itu penting bagi kehidupan di dunia maupun di akherat.
Kelak, apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah swt. “Ya Tuhan kami, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?
Maka Allah SWT berfirman, “Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah. (Hadits Riwayat Ibnul Mubarak).
Banyak orang yang loneliness tetapi tidak menyadari bahwa dirinya loneliness. Semoga Anda dan saya tidak termasuk di dalamnya.
Karena ternyata loneliness merugikan kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.
Mari perbanyak sahabat jangan hanya terbatas di “ring satu”.

Jadikan aku sahabatmu...
Find me on fb Misbahuddin or WhatsApp 085247298457
Salam hebat, tetap bijak dan tetap santun sahabat hebatku...

Senin, 28 April 2014

Mencari kunci rezeki yang hilang

Saat ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rezeki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Ditambah lagi dengan berbagai problem kehidupan dan tuntutannya. Sehingga tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Bermunculanlah para koruptor, pencuri, pencopet,  perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah I untuk mendapatkan secuil uang atau alasan kebutuhan hidup.
Inilah fenomena “hilangnya kunci rezeki” di mata mereka. Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hambaNya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia telah menunjukkan kunci-kunci dari pintu rezeki tersebut. Dia pula menjanjikan keluasan rezeki yang tidak disangka-sangka kepada siapa saja yang menempuhnya.
Pada edisi kali ini kami akan menuliskan beberapa hal yang dapat ditempuh agar rezeki halal dari Sang Pemberi dapat diraih, pintu rezeki dari atas langit terbuka, tentu dengan penuh harap dan keyakinan, hanya Dialah yang mencurahkan rezeki kepada hamba – hamba yang Ia kehendaki.

TAKWA KEPADA ALLAH
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rezeki dan menjadikannya terus bertambah. Allah berfirman, artinya : "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya

Jumat, 18 April 2014

Tak disangka

Sahabatku. ...
Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Pesawat yg dinaiki dr. Ishan (ahli bedah terkenal dari Pakistan) mengalami gangguan harus mendarat di airport terdekat. Singkat cerita, dr. Ishan melanjutkan perjalanan dgn menyewa mobil yg
diperkirakan ditempuh dlm 3 jam. Baru berjalan 5 menit, tiba2 cuaca mendung, disusul hujan besar disertai petir. Setelah 2 jam, mrk ternyata tersesat. Terlihat sebuah rumah kecil, lalu dr. Ishan mendatanginya. Terdengar suara seorang wanita tua menyambutnya, Dia masuk dan meminta kpd ibu tsb utk istirahat dan meminjam telponnya. Ibu itu tertawa: Disini tdk
ada listrik, apalagi telp. Namun duduklah, sebentar sy buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan kekuatan anda. Sementara ibu itu permisi utk sholat dan berdoa. Terlihat anak kecil terbaring di atas kasur di sisi ibu tsb, terdengar lirih do'a yg panjang. dr. Ishan mendatanginya dan berkata: Demi Allah, sy kagum dgn keramahan dan kemuliaan akhlak
anda, semoga Allah menjawab do'a2 anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yg sdh diwasiatkan Allah utk dibantu.
Sedangkan do'a2 sy sdh dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya dr. Ishan: Apa itu doanya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu sy, dia yatim piatu,dia sakit, dokter2 di sini tidak sanggup. Mrk berkata ada seorang dokter ahli bedah yg akan mampu menyembuhkannya, katanya namanya dr. Ishan, tetapi dia jauh dari sini, tdk memungkinkan sy bawa anak ini kesana. Makanya sy berdo'a kpd
Allah agar memudahkannya. Menangislah dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan, petir dan menyesatkan kami, hanya utk mengantarkan sy ke ibu secara cepat dan tepat.
Sy lah dr. Ishan bu, sungguh Allah telah menciptakan sebab seperti ini kpd hamba-Nya yg mu'min dgn do'a. Ini adalah perintah Allah
kpd sy utk mengobati anak ini.

Berpikir dan renungi sejenak, ada banyak solusi kehidupan walau hanya dgn setetes embun yg mengendap di dedaunan..
Tetap santun sahabat hebatku,,,Semoga bermanfaat ...

Sabtu, 14 Desember 2013

Kisah singa dan sholat yg khusyu'

Imam Adz Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam Nubala’ menceritakan sebuah kisah yang mengagumkan dan sepantasnya jadi renungan kita bersama.
Sekelompok orang melakukan safar tiba di sebuah lembah yang dikelilingi hutan belantara. Saat malam tiba, mereka beristirahat di sana. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan datangnya seekor singa. Semua orang panik. Semua orang takut. Mereka pun berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat pohon.
Tetapi, diantara riuhnya kepanikan itu, ada satu orang yang tetap tenang. Ia sedang shalat dan tetap melanjutkan shalatnya. Orang-orang melihat detik demi detik berikutnya yang sangat menegangkan. Benar dugaan mereka, singa itu mendatangi orang yang tengah melakukan shalat itu. Matanya menyorot tajam. Satu langkah, dua langkah. Aneh. Singa itu tidak langsung menerkamnya. Singa itu justru berjalan mengelilingi orang itu. Setelah itu, singa pergi meninggalkannya begitu saja. Orang-orang bernafas lega. Setelah memastikan singa itu pergi dan tidak ada tanda-tanda ia kembali lagi, mereka pun turun dari pohon. “Engkau gila!” kata mereka kepada temannya seusai ia shalat “mengapa engkau tidak ikut menyelamatkan diri bersama kami? Hampir saja singa itu memakanmu”. “Seperti kalian lihat,” jawabnya tenang, “aku tadi sedang shalat. Demi Allah, aku merasa malu bahwa aku sedang berdiri menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi aku malah takut kepada hal lainnya.”. “Aku malu bahwa aku berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi aku malah takut kepada salah satu makhlukNya.”

Masya Allah… demikian tinggi tingkat khusyu’ shalat orang ini. Ia tetap berada dalam shalatnya, meski singa datang mendekatinya. Bagaimana dengan kita? Selayaknya kita banyak-banyak beristighfar karena pada saat shalat, kita mengingat hal lain. Kita membaca Al Qur’an, tetapi pikiran kita terkadang melayang ke sana kemari. Tubuh kita menghadap kiblat, tetapi jiwa kita berada di tempat yang lain. Lisan kita melafal doa, tetapi hati kita tidak menghayati doa-doa itu. Lalu bagaimana seandainya ada kucing yang datang mendekat kepada kita? Kucing saja, bukan singa. Terkadang seekor kucing sudah membuat kita salah tingkah dalam shalat. Apalagi singa. Atau yang lebih sering, nyamuk yang menggigit kita saat sedang shalat, membuat kita lebih konsentrasi pada sakit gigitannya daripada tenggelam dalam ayat- ayat yang kita baca.
Mari merenungi shalat kita dari kisah ini. Betapa masih jauhnya kita dari khusyu’ saat shalat. Padahal Allah memfirmankan kecelakaan orang-orang yang lali dari shalatnya. “Wailul lil mushalliin, alladziina hum ‘an shalaatihim saahuun”. Sebagian mufassir menjelaskan bahwa “an shalatihin saahuun” adalah orang-orang yang meninggalkan shalat. Mereka itulah orang-orang yang celaka. Namun, sebagian yang lainnya menjelaskan bahwa “an shalatihim saahuun” adalah mereka yang lalai dalam shalatnya. Mengerjakan shalat, tetapi waktunya ditunda-tunda. Termasuk juga mengerjakan shalat, tetapi hati dan jiwanya tidak ikut shalat. Mengerjakan shalat, tetapi ia tidak khusyu’ dalam shalatnya. Sekedar fisik yang menghadap kiblat dan lisan yang mengucap doa, tetapi hatinya lalai entah ke mana. Na’udzubillah. [Muchlisin BK/ Kisahikmah.com ]

Tetap semangat dan santun sahabat hebatku...

Jumat, 15 Maret 2013

Motivasi bagi Penuntut Ilmu


Dalam setiap bidang, motivasi selalu dibutuhkan, karena inilah yang menjadi pendorong atau tenaga untuk bergerak. Begitupun dengan pelajar. Motivasi pelajar dibutuhkan agar siswa lebih giat dalam belajar dan berinovasi menghasilkan karya yang positif.
Untuk memotivasi pelajar, ada beberapa cara. Diantaranya adalah:

1. Menetapkan visi
Setiap pelajar hendaknya memiliki visi yang jelas. Untuk apa dia belajar? Apa yang diharapkan begitu ia menyelesaikan studinya? Dengan demikian, ia tidak akan asal saja dalam menjalani proses studinya.
Seorang Luiz Alvarez, peraih Nobel Fisika, selalu melaksanakan nasihat ayahnya untuk selalu duduk diam sambil memejamkan mata dan berusaha memikirkan persoalan baru, untuk kemudian diteliti dan dipecahkan.
Ia selalu bermimpi untuk menjadi The Most, The Best and The First dalam setiap bidang yang digelutinya. Kebiasaan baik Luiz ini bisa dijadikan motivasi pelajar, agar memiliki mental juara.

2. Belajar bukan karena paksaan
Jadikan belajar sebagai makanan, dimana Anda akan lapar jika tidak melakukannya. Buat bagaimana caranya agar belajar menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan suatu paksaan. Memang, awalnya ini seperti sebuah pengorbanan.
Namun jika Anda menjalaninya dengan ikhlas, maka lama kelamaan Anda akan bisa menikmati proses belajar, bahkan ketagihan. Leon Joseph, seorang seniman Prancis di abad 19 bisa memotivasi pelajar melalui nasihatnya : Kebahagiaan adalah mereka yang berani bermimpi dan berani berkorban demi mewujudkan mimpinya.


3. Fokus
Sebuah ungkapan yang sangat bagus untuk  memotivasi pelajar adalah : kehidupan tidak akan pernah menjadi luar biasa tanpa fokus, dedikasi dan disiplin.
Dengan fokus, maka akan membuat Anda lebih tajam dalam menentukan sasaran. Ibaratnya, sinar matahari tidak akan bisa membakar kertas, akan tetapi jika sinar ini difokuskanlewat sebuah kaca pembesar, sinar ini mampu membakar tidak hanya kertas, tapi bahkan daging pun bisa matang terbakar.

4. Tidak ada kamus menyerah
Setiap orang pastinya pernah mengalami kegagalan. Mungkin Anda juga pernah mengalaminya. Bisa jadi Anda sudah bersusah payah, berjuang, belajar, namun Anda tidak mendapatkan hasil yang Anda inginkan.
Kesuksesan akan mendatangi siapa saja yang tidak takutterhadap kegagalan. Begitulah ucapan Winston Churchill, tokoh terpenting sejarah Inggris Modern dan sejarah dunia, yang bisa memotivasi pelajar.

5. Membutuhkan waktu dan kesabaran
Kata-kata seorang Napoleon Hill mungkin bisa dijadikan motivasi pelajar : kesabaran, keteguhan hati, dan kerja keras adalah kombinasi untuk sukses. Karenanya, jika Anda ingin sukses, maka Anda harus siap menjalani prosesnya.
Akan beda hasilnya jika Anda belajar ketika akan ujian saja, dengan mereka yang belajar secara rutin. Persiapan mendadak dalam ujian, bisa jadi akan mengacaukan semuanya. Ingatan yang tidak mengendap lama akan mudah hilang begitu saja.
Ingat, tidak semua orang yang sukses memiliki prestasi yang bagus sejak kecil. Bahkan, tidak sedikit yang menemui masalah, seperti disleksia atau sukar mengeja kata-kata.
Sebut saja dalam hal ini Bill Gates (pendiri dan CEO Microsoft) dan Lee Kuan Yew (mantan Perdana Menteri Singapura, kemudian menjadi menteri Senior) adalah dua contoh penderita disleksia yang berhasil.
Kunci mengatasi masalahnya tidak lain adalah memberikan pengulangan belajar dan memberikan dorongan pada anak tersebut. Itulah mengapa, motivasi pelajar ini memegang peran penting dalam mendukung kesuksesan seseorang.


Tetap Semangat,

Tetap Santun... Salam Hangat Sahabat Hebatku...

* Silakan klik share/bagikan

Jumat, 08 Maret 2013

Kiat Sukses Muslim Hebat

Jam embilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar. “Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus,” ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike. Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. “Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot,” ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. “Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar,” katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. “Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu,” katanya. Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir. Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya. Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. “Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni,” katanya. Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. “Saya belajar dari nol puthul,” kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan. “Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu,” katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. “Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua,” katanya. Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. “Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos,” katanya, lalu tersenyum. Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. “Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses,” kata Mono. Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. “Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam,” ungkapnya. Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57. Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. “Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut,” kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini. Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. “Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih,” ujar Mono. Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook. “Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down,” katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi. Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. “Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur,” katanya. Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. “Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja,” kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan. Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/
Jam embilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar. “Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus,” ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike. Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. “Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot,” ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. “Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar,” katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. “Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu,” katanya. Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir. Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya. Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. “Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni,” katanya. Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. “Saya belajar dari nol puthul,” kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan. “Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu,” katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. “Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua,” katanya. Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. “Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos,” katanya, lalu tersenyum. Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. “Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses,” kata Mono. Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. “Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam,” ungkapnya. Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57. Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. “Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut,” kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini. Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. “Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih,” ujar Mono. Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook. “Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down,” katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi. Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. “Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur,” katanya. Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. “Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja,” kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan. Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/
Kiat Sukses Hakiki Bagaimana mengagungkan Allah akan menjadi kiat sukses kita? Dunia akan terlihat begitu kecil. Tidak ada lagi yang perlu ditakuti di dunia ini karena semuanya begitu kecil, ditambah lagi dengan kenyataan kalau hidup di dunia ini adalah fana. Saat kita melihat bahwa dunia ini kecil, penglihatan ini akan menjadi bekal kita dalam meraih sukses dunia akhirat. Ada dua hal yang perlu kita sadari berkaitan dengan kiat sukses ini. Kiat Sukses Bukan Untuk Dunia Saja Pertama. Jangan fokus hanya belajar kiat sukses untuk dunia saja. Dunia begitu kecil memberikan peringatan bagi kita, bahwa kita jangan HANYA mencari dunia saja. Dunia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Sungguh, sebuah kerugian besar jika kita HANYA konsentrasi untuk dunia saja. Kita perlu memiliki visi sukses dunia akhirat. Mengapa saya menulis kata "HANYA" dengan huruf besar? Ini sebagai penekanan bahwa yang tidak boleh itu adalah kita HANYA memiliki tujuan dunia saja . Namun jika kita memiliki tujuan dunia (tanpa hanya), itu adalah boleh bahkan harus selama dalam rangka meraih tujuan akhirat. Berawal Dari Persepsi Diri Kedua. Saat kita melihat dunia begitu kecil,bukan berarti kita harus menjauhi dunia. Justru harus memberikan motivasi tersendiri bagi kita bahwa untuk mendapatkan dunia itu adalah mudah. Jikakita merasa sulit mendapatkan dunia, artinya ada masalah dengan diri kita. Bukan dunia yang besar, tetapi diri kita yang terlalu kecil dibanding dunia. Melihat dunia yang "kecil" artinya kita memiliki pikiran yang besar. Kita memiliki pikiran yang positif tentang meraih keberhasilan dunia. Orang yang berpikiranpositif tidak akan pernah mengatkan bahwa untuk meraih keberhasilan dunia iniberat atau sulit. Jika kita masih melihat bahwa untuk meraih keberhasilan itu sangat sulit, artinya kita perlu membenahi pikiran kita. Orang yang berpikiran positif akan memiliki suatu pola pikir: "Jika Allah yang Mahabesar menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya kecil dimata Allah. Semuanya mudah dimata Allah." Tentu saja, ada kunci untuk mendapatkan kebesaran Allah ini, yaitu setelah kita menggantungkan semua pertolongan dan perlindungan kepada Allah semata. Katakanlah: Cukuplah Allah menjadi penolong kami danAllah adalah sebaik-baik Pelindung . ( QS. Ali Imran: 173 ) Aplikasi Kiat Sukses Ini Bagaimana aplikasi kiat sukses ini dalam kehidupan sehari-hari? Kata kuncinya ialah berani. Berani dalam hal apa saja? Tentu saja berani dalam hal-hal positif yang membawa Anda kepada keberhasilan. 1. Kiat Sukses Pertama: Berani mengambil resiko. Sukses besar akan selalu berhadapan dengan resiko besar. Jika Anda yakin bahwa semua menjadi kecil, maka Anda yakin bahwa sebesar-besarnya resiko itu tetaplah kecil dimata Allah. Mulai sekarang, beranilah mengambil resiko baik dalam karir dan bisnis. Jika Anda masih seringtakut menghadapi sesuatu yang besar, apakah benar Anda yakin dengan kebesaran Allah? 2. Kiat Sukses Kedua: Berani memiliki tujuan besar. Bukankah semua menjadi kecil? Jadi, sebesar-besarnya tujuan Anda, itu adalah kecil di mata Allah. Jangan takut memiliki tujuan besar, bahkan sepertinya tidak mungkin dicapai, sebab sebesar apa pun tujuan Anda adalah kecil bagi Allah. 3. Kiat Sukses Ketiga: Belajarlah. Jika Anda menghadapi sesuatu yang sulit, seolah tidak mungkin dilakukan, atau sangat berat dilakukan, artinya Anda perlu belajar. Sebenarnya, semuanya kecil, kita hanya saja belum tahu caranya. Ini adalah kiat sukses yang terlihat sederhana, namun bisa mengubah hidup Anda. Berdo'a, Berusaha, dan Tawakal Saat berbicara tentang kiat sukses, seringada orang yang langsung berkata bahwa yang penting itu adalah berdo'a, berusaha,dan tawakal. Sangat betul, tidak ada yang salah dengan perkataan ini. Yang salah adalah jika kita hanya mengatakannya saja tanpa ada implementasi dalam kehidup kita sehari-hari. Berdo'a Saat kita yakin, bahwa Allah Maha Besar dan semua yang ada di dunia ini kecil, makasetelah Anda berdo'a, Anda akan memiliki keyakinan yang mantap bahwa Anda akan mencapai apa yang Anda inginkan dan akan mengatasi semua masalah yang sedang Anda hadapi. Semuanya kecil bagi Allah, kenapa harus tidak yakin? Sejauh mana Anda yakin? Bisa dilihat dari sejauh mana Anda berusaha. Berusaha Jika Anda benar-benar menginginkan tercapainya tujuan Anda, plus keyakinan akan mantap setelah Anda berdo'a, maka seharusnya Anda memiliki semangat yang luar biasa saat berusaha. Sejauh mana Anda semangat berusaha? Jika Anda masih malas, masih berusaha asal-asalan,dan mudah menyerah, maka benarkah Anda yakin bahwa do'a Anda akan dikabulkan? "Yang penting sudah berusaha." Pertanyaanya adalah sejauh mana usaha Anda? Jika Anda sudah berusaha, kemudian gagal, dan berhenti, artinya usaha Anda belum selesai. Belumlah dikatakan sempurna sesuatu yang dilakukan sudah selesai. "Lalu sampai kapan saya berusaha?" Jawabannya sampai berhasil. "Bagaimana jika tidak juga berhasil?" Artinya, Anda harus berusaha untuk berhasil. Ada yang salah jika sebuah usaha tidak juga memberikan hasil. Mungkin arah yang Anda tuju salah. Jika tujuan Anda ada di barat, tetapi Anda melangkah ke arah selatan, maka Anda tidak akan pernah sampai ke tujuan Anda. periksalah, mungkin arah langkah Anda keliru. Kemungkinan kedua ialah Anda melakukancara yang salah. Maka ubahlah cara Anda untuk mencapai tujuan Anda. Belajarlah agar bisa melakukan cara yang benar ataucara yang lebih baik. Kemungkinan ketiga adalah arah Anda benar dan cara Anda sudah benar, hanya saja tujuan Anda masih jauh, maka bersabarlah. Tawakal adalah mewakilkan kepada Allah.Sekali lagi, justru ini akan membuat Anda semangat luar biasa. Jika Anda kembali kepada kayakinan bahwa semua kecil bagi Allah dan Anda sudah menyerahkan semua kepada Allah, artinya Anda menghadapi yang kecil dengan bantuan Allah. Dengan tawakal, hidup Anda akan tambah semangat bukan malah loyo atau berhenti. Kiat sukses ini memang terlihat sederhana, tetapi bukan kiat sukses sembarangan. Justru inilah kiat sukses inti yang bisa mengubah hidup Anda jika Anda memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan Anda.

Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/
Jam embilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar. “Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus,” ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike. Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. “Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot,” ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. “Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar,” katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. “Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu,” katanya. Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir. Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya. Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. “Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni,” katanya. Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. “Saya belajar dari nol puthul,” kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan. “Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu,” katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. “Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua,” katanya. Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. “Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos,” katanya, lalu tersenyum. Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. “Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses,” kata Mono. Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. “Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam,” ungkapnya. Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57. Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. “Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut,” kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini. Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. “Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih,” ujar Mono. Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook. “Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down,” katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi. Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. “Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur,” katanya. Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. “Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja,” kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan. Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/

Tetap Semangat,

Tetap Santun... Salam Hangat Sahabat Hebatku...

* Silakan klik share/bagikan

Jumat, 01 Maret 2013

Akupun menyadarinya...

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

=================================================

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri. 

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Pandanglah dunia yang luas ini dengan positif karena Allah beserta orang2 yang beriman, itu janji-Nya

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!

Sumber : andriewongso.com