Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Kesendirian is Loneliness

Banyak orang yang merasa bahwa mereka bisa menjalani hidup yang happy tanpa perlu berinteraksi dengan banyak orang. Mereka hanya intensif berinteraksi dengan dirinya dan “ring satu” (keluarga inti dan sahabat yang sudah lama).
Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi ini. Mereka loneliness tetapi mereka tidak menyadarinya.
Mereka sudah merasa nyaman berada di “ring satu”. Mereka terlalu asyik dengan dunianya dan mereka tidak menyadari bahwa dunia sudah berubah begitu cepat. Terlalu lama dan asyik di “ring satu” membuat seseorang sulit berkembang baik secara keahlian ataupun sikap mental. Boleh jadi uanganya banyak tetapi hatinya merasa hampa. Sepi dalam keramaian.
Banyak kerugian yang didapat bila seseorang hanya asyik berinteraksi dengan “ring satu”.
Kerugian pertama, mereka sulit diajak untuk berubah. Perasaan dan kondisi nyaman karena asyik dengan apa yang sudah dijalaninya selama ini membuat mereka merasa tak perlu berubah ke arah yang lebih menantang.
Kerugian kedua, mereka mudah tersinggung. Karena terbiasa enjoy dan asyik dengan dunianya maka saat berbeda pendapat dengan orang lain mereka akan mudah “mutung” alias mudah tersinggung. Padahal, perbedaan pendapat itu membuat seseorang lebih bijak, berpandangan luas dan mengikis kesombongan.
Cobalah merenung sejenak, apabila Anda hanya dekat dengan keluarga inti dan teman dekat yang tiada pernah bertambah bisa jadi Anda terkena penyakit loneliness.
Segeralah keluar dari “ring satu” perbanyak teman Anda. Sahabat itu penting bagi kehidupan di dunia maupun di akherat.
Kelak, apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah swt. “Ya Tuhan kami, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?
Maka Allah SWT berfirman, “Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah. (Hadits Riwayat Ibnul Mubarak).
Banyak orang yang loneliness tetapi tidak menyadari bahwa dirinya loneliness. Semoga Anda dan saya tidak termasuk di dalamnya.
Karena ternyata loneliness merugikan kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.
Mari perbanyak sahabat jangan hanya terbatas di “ring satu”.

Jadikan aku sahabatmu...
Find me on fb Misbahuddin or WhatsApp 085247298457
Salam hebat, tetap bijak dan tetap santun sahabat hebatku...

Jumat, 18 April 2014

Tak disangka

Sahabatku. ...
Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Pesawat yg dinaiki dr. Ishan (ahli bedah terkenal dari Pakistan) mengalami gangguan harus mendarat di airport terdekat. Singkat cerita, dr. Ishan melanjutkan perjalanan dgn menyewa mobil yg
diperkirakan ditempuh dlm 3 jam. Baru berjalan 5 menit, tiba2 cuaca mendung, disusul hujan besar disertai petir. Setelah 2 jam, mrk ternyata tersesat. Terlihat sebuah rumah kecil, lalu dr. Ishan mendatanginya. Terdengar suara seorang wanita tua menyambutnya, Dia masuk dan meminta kpd ibu tsb utk istirahat dan meminjam telponnya. Ibu itu tertawa: Disini tdk
ada listrik, apalagi telp. Namun duduklah, sebentar sy buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan kekuatan anda. Sementara ibu itu permisi utk sholat dan berdoa. Terlihat anak kecil terbaring di atas kasur di sisi ibu tsb, terdengar lirih do'a yg panjang. dr. Ishan mendatanginya dan berkata: Demi Allah, sy kagum dgn keramahan dan kemuliaan akhlak
anda, semoga Allah menjawab do'a2 anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yg sdh diwasiatkan Allah utk dibantu.
Sedangkan do'a2 sy sdh dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya dr. Ishan: Apa itu doanya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu sy, dia yatim piatu,dia sakit, dokter2 di sini tidak sanggup. Mrk berkata ada seorang dokter ahli bedah yg akan mampu menyembuhkannya, katanya namanya dr. Ishan, tetapi dia jauh dari sini, tdk memungkinkan sy bawa anak ini kesana. Makanya sy berdo'a kpd
Allah agar memudahkannya. Menangislah dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan, petir dan menyesatkan kami, hanya utk mengantarkan sy ke ibu secara cepat dan tepat.
Sy lah dr. Ishan bu, sungguh Allah telah menciptakan sebab seperti ini kpd hamba-Nya yg mu'min dgn do'a. Ini adalah perintah Allah
kpd sy utk mengobati anak ini.

Berpikir dan renungi sejenak, ada banyak solusi kehidupan walau hanya dgn setetes embun yg mengendap di dedaunan..
Tetap santun sahabat hebatku,,,Semoga bermanfaat ...

Jumat, 08 Maret 2013

Kiat Sukses Muslim Hebat

Jam embilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar. “Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus,” ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike. Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. “Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot,” ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. “Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar,” katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. “Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu,” katanya. Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir. Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya. Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. “Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni,” katanya. Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. “Saya belajar dari nol puthul,” kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan. “Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu,” katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. “Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua,” katanya. Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. “Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos,” katanya, lalu tersenyum. Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. “Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses,” kata Mono. Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. “Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam,” ungkapnya. Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57. Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. “Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut,” kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini. Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. “Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih,” ujar Mono. Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook. “Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down,” katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi. Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. “Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur,” katanya. Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. “Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja,” kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan. Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/
Jam embilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar. “Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus,” ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike. Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. “Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot,” ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. “Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar,” katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. “Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu,” katanya. Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir. Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya. Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. “Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni,” katanya. Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. “Saya belajar dari nol puthul,” kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan. “Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu,” katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. “Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua,” katanya. Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. “Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos,” katanya, lalu tersenyum. Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. “Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses,” kata Mono. Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. “Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam,” ungkapnya. Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57. Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. “Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut,” kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini. Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. “Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih,” ujar Mono. Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook. “Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down,” katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi. Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. “Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur,” katanya. Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. “Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja,” kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan. Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/
Kiat Sukses Hakiki Bagaimana mengagungkan Allah akan menjadi kiat sukses kita? Dunia akan terlihat begitu kecil. Tidak ada lagi yang perlu ditakuti di dunia ini karena semuanya begitu kecil, ditambah lagi dengan kenyataan kalau hidup di dunia ini adalah fana. Saat kita melihat bahwa dunia ini kecil, penglihatan ini akan menjadi bekal kita dalam meraih sukses dunia akhirat. Ada dua hal yang perlu kita sadari berkaitan dengan kiat sukses ini. Kiat Sukses Bukan Untuk Dunia Saja Pertama. Jangan fokus hanya belajar kiat sukses untuk dunia saja. Dunia begitu kecil memberikan peringatan bagi kita, bahwa kita jangan HANYA mencari dunia saja. Dunia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Sungguh, sebuah kerugian besar jika kita HANYA konsentrasi untuk dunia saja. Kita perlu memiliki visi sukses dunia akhirat. Mengapa saya menulis kata "HANYA" dengan huruf besar? Ini sebagai penekanan bahwa yang tidak boleh itu adalah kita HANYA memiliki tujuan dunia saja . Namun jika kita memiliki tujuan dunia (tanpa hanya), itu adalah boleh bahkan harus selama dalam rangka meraih tujuan akhirat. Berawal Dari Persepsi Diri Kedua. Saat kita melihat dunia begitu kecil,bukan berarti kita harus menjauhi dunia. Justru harus memberikan motivasi tersendiri bagi kita bahwa untuk mendapatkan dunia itu adalah mudah. Jikakita merasa sulit mendapatkan dunia, artinya ada masalah dengan diri kita. Bukan dunia yang besar, tetapi diri kita yang terlalu kecil dibanding dunia. Melihat dunia yang "kecil" artinya kita memiliki pikiran yang besar. Kita memiliki pikiran yang positif tentang meraih keberhasilan dunia. Orang yang berpikiranpositif tidak akan pernah mengatkan bahwa untuk meraih keberhasilan dunia iniberat atau sulit. Jika kita masih melihat bahwa untuk meraih keberhasilan itu sangat sulit, artinya kita perlu membenahi pikiran kita. Orang yang berpikiran positif akan memiliki suatu pola pikir: "Jika Allah yang Mahabesar menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya kecil dimata Allah. Semuanya mudah dimata Allah." Tentu saja, ada kunci untuk mendapatkan kebesaran Allah ini, yaitu setelah kita menggantungkan semua pertolongan dan perlindungan kepada Allah semata. Katakanlah: Cukuplah Allah menjadi penolong kami danAllah adalah sebaik-baik Pelindung . ( QS. Ali Imran: 173 ) Aplikasi Kiat Sukses Ini Bagaimana aplikasi kiat sukses ini dalam kehidupan sehari-hari? Kata kuncinya ialah berani. Berani dalam hal apa saja? Tentu saja berani dalam hal-hal positif yang membawa Anda kepada keberhasilan. 1. Kiat Sukses Pertama: Berani mengambil resiko. Sukses besar akan selalu berhadapan dengan resiko besar. Jika Anda yakin bahwa semua menjadi kecil, maka Anda yakin bahwa sebesar-besarnya resiko itu tetaplah kecil dimata Allah. Mulai sekarang, beranilah mengambil resiko baik dalam karir dan bisnis. Jika Anda masih seringtakut menghadapi sesuatu yang besar, apakah benar Anda yakin dengan kebesaran Allah? 2. Kiat Sukses Kedua: Berani memiliki tujuan besar. Bukankah semua menjadi kecil? Jadi, sebesar-besarnya tujuan Anda, itu adalah kecil di mata Allah. Jangan takut memiliki tujuan besar, bahkan sepertinya tidak mungkin dicapai, sebab sebesar apa pun tujuan Anda adalah kecil bagi Allah. 3. Kiat Sukses Ketiga: Belajarlah. Jika Anda menghadapi sesuatu yang sulit, seolah tidak mungkin dilakukan, atau sangat berat dilakukan, artinya Anda perlu belajar. Sebenarnya, semuanya kecil, kita hanya saja belum tahu caranya. Ini adalah kiat sukses yang terlihat sederhana, namun bisa mengubah hidup Anda. Berdo'a, Berusaha, dan Tawakal Saat berbicara tentang kiat sukses, seringada orang yang langsung berkata bahwa yang penting itu adalah berdo'a, berusaha,dan tawakal. Sangat betul, tidak ada yang salah dengan perkataan ini. Yang salah adalah jika kita hanya mengatakannya saja tanpa ada implementasi dalam kehidup kita sehari-hari. Berdo'a Saat kita yakin, bahwa Allah Maha Besar dan semua yang ada di dunia ini kecil, makasetelah Anda berdo'a, Anda akan memiliki keyakinan yang mantap bahwa Anda akan mencapai apa yang Anda inginkan dan akan mengatasi semua masalah yang sedang Anda hadapi. Semuanya kecil bagi Allah, kenapa harus tidak yakin? Sejauh mana Anda yakin? Bisa dilihat dari sejauh mana Anda berusaha. Berusaha Jika Anda benar-benar menginginkan tercapainya tujuan Anda, plus keyakinan akan mantap setelah Anda berdo'a, maka seharusnya Anda memiliki semangat yang luar biasa saat berusaha. Sejauh mana Anda semangat berusaha? Jika Anda masih malas, masih berusaha asal-asalan,dan mudah menyerah, maka benarkah Anda yakin bahwa do'a Anda akan dikabulkan? "Yang penting sudah berusaha." Pertanyaanya adalah sejauh mana usaha Anda? Jika Anda sudah berusaha, kemudian gagal, dan berhenti, artinya usaha Anda belum selesai. Belumlah dikatakan sempurna sesuatu yang dilakukan sudah selesai. "Lalu sampai kapan saya berusaha?" Jawabannya sampai berhasil. "Bagaimana jika tidak juga berhasil?" Artinya, Anda harus berusaha untuk berhasil. Ada yang salah jika sebuah usaha tidak juga memberikan hasil. Mungkin arah yang Anda tuju salah. Jika tujuan Anda ada di barat, tetapi Anda melangkah ke arah selatan, maka Anda tidak akan pernah sampai ke tujuan Anda. periksalah, mungkin arah langkah Anda keliru. Kemungkinan kedua ialah Anda melakukancara yang salah. Maka ubahlah cara Anda untuk mencapai tujuan Anda. Belajarlah agar bisa melakukan cara yang benar ataucara yang lebih baik. Kemungkinan ketiga adalah arah Anda benar dan cara Anda sudah benar, hanya saja tujuan Anda masih jauh, maka bersabarlah. Tawakal adalah mewakilkan kepada Allah.Sekali lagi, justru ini akan membuat Anda semangat luar biasa. Jika Anda kembali kepada kayakinan bahwa semua kecil bagi Allah dan Anda sudah menyerahkan semua kepada Allah, artinya Anda menghadapi yang kecil dengan bantuan Allah. Dengan tawakal, hidup Anda akan tambah semangat bukan malah loyo atau berhenti. Kiat sukses ini memang terlihat sederhana, tetapi bukan kiat sukses sembarangan. Justru inilah kiat sukses inti yang bisa mengubah hidup Anda jika Anda memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan Anda.

Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/
Jam embilan pagi. Sembilan orang anak muda berbaju rapi itu antre di depan restoran ayam bakar Mas Mono di Jalan Tebet Raya Jakarta Selatan (28/2). Tangan kanan mereka menjinjing map. Raut muka serius dan tegang. Rupanya, mereka tengah bersiap wawancara calon pegawai anyar. “Kami memang butuh karyawan karena outlet juga nambah terus,” ujar Agus Pramono, sang bos restoran itu. Pria yang akrab dipanggil Mono itu tampil santai dengan mengenakan kaus dan rambut model spike. Saat ini sudah 29 outlet resto milik Mono yang jalan dengan omzet ratusan juta per bulan. “Saya juga baru ekspansi ke bakso, namanya moncrot,” ujarnya. Tidak hanya itu, Mono juga punya biro travel umrah dan haji, dua taman kanak-kanak Islam terpadu, serta bisnis jasa katering. Total karyawan Mono 1.020 orang. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. Perjuangan tidak kenal lelah Agus Pramono berbuah manis. Anak tukang gulali di Madiun, Jawa Timur, itu berhasil mengembangkan usaha di tengah kejamnya hidup di ibu kota. “Alhamdulillah, dengan ikhtiar yang benar, rezeki kami seperti diantar,” katanya. Mono lantas mengeluarkan buku karyanya berjudul Rezeki Diantar. Buku itu belum di-launching secara resmi. Tapi sudah beredar di kalangan teman-teman bisnisnya. “Alhamdulillah, yang pesan sudah lebih dari 10 ribu,” katanya. Sukses Mono tidak datang dengan sendirinya. Namun, lewat perjuangan keras. Merantau ke Jakarta setelah lulus SMA dari Madiun, Mono numpang di rumah kontrakan kakaknya di kawasan Bendungan Hilir. Dia sempat magang di sebuah restoran cepat saji asal AS. Namun, badai krisis moneter pada 1997-1998 membuat perusahaan tempat dia bekerja melakukan PHK besar-besaran. Mono termasuk korbannya. Tapi, Mono tidak menyerah. Setelah melamar ke berbagai tempat, anak kelima di antara enam bersaudara itu diterima sebagai office boy di sebuah kantor. “Pekerjaannya ngepel, bikin kopi, sampai antar surat. Pokoknya, semua saya lakoni,” katanya. Di waktu senggang, Mono minta diajari teman kantornya memakai komputer. “Saya belajar dari nol puthul,” kata pria yang sering dipanggil Bondet oleh teman kecilnya di Madiun itu. Medio 2001, Mono mengambil keputusan besar. Dia berhenti dari pekerjaannya dan ganti haluan dengan berdagang gorengan. “Saya pinjam gerobak dorong, ternyata ada seninya lho mendorong gerobak itu,” katanya. Misalnya, jika jalan menanjak, posisi harus ditarik dan tidak boleh dipaksa didorong. “Awalnya belum tahu. Jadi, gorengan tumpah semua,” katanya. Saat itu, Mono memberanikan diri mempersunting gadis idamannya, Nunung. Mereka tinggal di kamar petakan 3 x 4 meter. “Kalau gorengan belum habis, saya taruh di bawah tampah (tempat dari bambu) supaya dikira laris oleh tetangga kos,” katanya, lalu tersenyum. Suatu ketika, ayah Mono sakit keras. Karena kantongnya tipis, dia tidak bisa pulang menjenguk ke Madiun hingga akhirnya sang ayah wafat. “Momen ini membuat hati saya sangat sedih. Saya berdoa di makam ayah, saya bertekad harus sukses,” kata Mono. Siapa sangka, Nunung yang hobi masak ternyata jago membuat ayam bakar. Hal itu menginspirasi Mono. Dia pun mengganti usaha gorengan menjadi ayam bakar. “Modalnya 500 ribu dan lima ekor ayam,” ungkapnya. Mono lantas mengganti gerobaknya ke sebuah warung tenda dekat Universitas Sahid, Jakarta. Jualannya laris manis. Saat itu 80 ayam ludes dalam hitungan jam. Tapi, pada 2004, lokasi dagangnya digusur karena hendak dibuat SPBU. Mono lalu pindah ke Tebet Raya 57. Pada 2006, Mono membuka cabang lain. Namun, isu flu burung membuat bisnisnya terganggu. Omzet restoran Mono anjlok drastis selama beberapa bulan. “Mau gimana lagi. Saya jualan ayam, flu burung menyerang ayam. Wajar kalau orang takut,” kata peraih Asia Pasifik Entrepreneur Award 2010 ini. Tapi, Mono terus istiqomah jualan ayam dengan menjaga kebersihan. “Karyawan tidak boleh gondrong. Harus potong kuku dan cukur jambang. Pokoknya harus bersih sih,” ujar Mono. Cabang demi cabang dapat dibangun. Dua tahun lalu, salah seorang konsumen di cabang Depok komplain gara-gara uang kembalian kurang Rp 200 perak. Ayam Mono pun jadi gunjingan di situs-situs media sosial seperti kaskus dan Facebook. “Saya sempat shock dan nggak mau lihat laptop. Down,” katanya. Setelah agak tenang, Mono lantas minta maaf dan menjelaskan bahwa karyawannya sudah diberi sanksi. Namun, tidak lama setelah itu, anak buah Mono berulah lagi. Kali ini tidak main-main: menusuk sopir taksi! Kasus uang kembalian dan karyawan yang menusuk sopir taksi membuat Mono sadar bahwa bisnisnya butuh karyawan yang benar-benar jujur. “Mulailah saya pakai prinsip bisnis spiritual company seperti yang diajarkan Ustad Yusuf Mansur,” katanya. Setiap calon karyawan harus menandatangani surat komitmen yang isinya 80 poin. Tiga poin di antaranya berlaku mutlak. Jika melanggar, karyawan yang bersangkutan harus langsung out. Yakni, salat lima waktu, tidak merokok, dan absen salat duha di outlet yang buka jam 8 pagi. “Kalau tidak duha berarti dianggap tidak masuk kerja,” kata ayah dari Novieta, 9, itu. Karyawan juga wajib mengikuti pengajian mingguan. Mono berpendapat bahwa rezeki tidak hanya harus didapat dengan halal, tapi juga harus berkah. “Banyak orang kerja keras, pergi pagi lebih dulu dari ayam, pulang tengah malam. Tapi, maaf, tetap miskin,” katanya. Padahal, rezeki itu sudah dijatah Tuhan untuk diambil. Mono kini juga aktif sebagai mentor, trainer, dan motivator entrepreneur. Tidak hanya di Indonesia, dia juga ceramah di Singapura, Malaysia, Australia, Makkah, Kuwait, dan Dubai. “Saya ini hanya lulusan SMA, tapi dipercaya untuk ngomong dengan bos-bos dan orang-orang pintar. Di situlah saya belajar,” tuturnya. Kini hidup Mono sudah mapan. Apa target selanjutnya” “Target saya buka cabang di kota-kota besar dunia. Sekarang baru di Singapura dan Malaysia,” kata pemilik Hummer, Alphard, dan Toyota Fortuner ini. Dia kini lebih punya waktu untuk kegiatan amal karena bisnisnya dijalankan secara franchise dengan bendera PT Panen Raya Indonesia bersama Hendi Setiono, raja kebab dari Surabaya. “Buku saya semua royalti untuk sedekah,” kata pemilik akun Twitter @masmono_08 ini.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/03/03/kisah-perjalanan-seorang-office-boy-yang-menjadi-jutawan-sukses/

Tetap Semangat,

Tetap Santun... Salam Hangat Sahabat Hebatku...

* Silakan klik share/bagikan

Jumat, 22 Februari 2013

Durian Manis dan Durian Tanpa Rasa

Dua orang anak remaja melewati sebuah rumah yang memiliki kebun besar di depannya. Salah satu pohon di depan rumah tersebut adalah sebuah pohon durian. Saat itu sedang musim durian sehingga kebetulan pohon tersebut sedang berbuah. Mereka berdua melihat beberapa durian yang sudah terlihat matang di pohon. Rudi mengatakan bahwa durian tersebut pasti manis. Sementara temannya Anton mengatakan bahwa durian tersebut tidak ada rasanya. Mengapa bisa berbeda?
“Mengapa kamu mengatakan bahwa durian tersebut tanpa rasa?” tanya Rudi kepada Anton.
Sambil tersenyum Anton menjawab, “Mata tidak bisa merasakan manis atau pahit. Jadi durian tersebut tidak punya rasa karena hanya bisa dilihat.”
“Kacian deh loe!”, ejek Rudi sambil tertawa.
“Memang kamu bisa memakan durian itu?” kata Anton balik menyerang.
“Kenapa tidak?” jawab Rudi sambil tersenyum yakin.
“Kamu mau mencurinya? Yang punya rumah ini galak. Kalau ketahuan bisa bahaya!” kata Anton.
“Siapa bilang mau mencuri? Saya akan mendapatkan durian itu tanpa mencuri.” bela Rudi dengan yakin.
“Bagaimana mungkin? Memang kamu punya uang untuk membelinya?” tanya Anton.
“Tidak juga, tetapi saya punya ini dan ini.” kata Rudi sambil menunjukan kepala dan otot bisepnya. Rudi melanjutkan, “Mari kita buktikan.”
Kemudian Rudi menuju pintu pagar kebun tersebut dan memijit bel. Pemilik rumah pun keluar dan bertanya kepada Rudi.
“Ada apa Rudi?”
“Apakah bapak perlu bantuan untuk membersihkan kebun Pak? Kami berdua siap membantu bapak.” kata Rudi sambil melirik temannya Anton. Anton seperti dihipnotis langsung mengangguk.
“Oh begitu!”, kata pemilik rumah, “kamu mau apa sebagai upahnya?” lanjutnya.
“Cukup satu buah durian saja pak.” kata Rudi sambil melihat sebuah durian yang terlihat sudah matang.
“Kalian kan berdua, nanti saya kasih dua buah, masing-masing satu. Asal kalian bekerja dengan baik.”
“Siap pak!” kata Rudi sambil memberi hormat layaknya tentara disusul oleh Anton.
Singkat cerita pekerjaan pun beres. Mereka berdua menikmati durian masing-masing. Rudi bertanya kepada Anton.
“Bagaimana rasanya durian kamu?”
“Manis, he he.” jawab Anton sambil tertawa.
***
Pesan moralnya? Silahkan simpulkan sendiri. Jika mau berbagi kesimpulan atas cerita ini silahkan tuliskan pada form komentar.

Jumat, 15 Februari 2013

Keseimbangan Hidup

Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".
==============================================
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang!
Sumber : andriewongso.com

Senin, 31 Desember 2012

Sesuaikan Tindakanmu

By Jamil Azzaini
Saya punya banyak pengalaman menarik saat mendidik anak. Salah satunya ketika anak kedua saya Ahmad Sholahudin (Asa, sekarang 18 tahun) memrotes mamanya. Saat itu ia masih SMP, “Mama kalau diajak diskusi gak pernah nyambung.” Kemudian dijawab oleh mamanya, “Ya kamu kalau diskusi tentang sepak bola, mama gak ngerti sepak bola.”
Jawaban Asa mengejutkan saya. “Mama, ibarat kita mancing. Ikan sukanya cacing, sementara aku sukanya donat. Aku juga gak suka banget cacing. Aku mancingnga pakai apa? Pakai cacing, kan? Bukan pakai donat. Jadi kalau sudah tahu anaknya suka sepak bola, mama cari tahu tentang sepak bola dong biar kita nyambung.”
Memang agar kita mampu menarik perhatian orang lain kita harus cari tahu apa yang disukai lawan bicara kemudian belajarlah. Pembicaraan akan lebih menarik dan hidup bila obrolan dan interaksinya “nyambung”. Namun tidak untuk semua hal Anda harus mempelajari dan menguasai serta menyesuaikan dengan keinginan orang lain. Cerita berikut, terinspirasi dari penuturan pembaca web ini Maya Sukma Kiat, semoga bisa menjadi pelajaran.
Ada seorang trainer diminta memberikan training di pedalaman Papua. Kebetulan sang trainer ini mendapat giliran tampil di hari kedua. Untuk tahu suasana training hari pertama maka ia “mengintip” ke tempat training. Wow, ternyata semua peserta tidak berbusana dan hanya mengenakan koteka, sementara trainernya menggunakan jas rapi bahkan berdasi. Dia pun berpikir, “Wah trainer hari pertama ini kurang peka dan kurang bisa beradaptasi.”
Keesokan harinya tibalah giliran trainer ini tampil. Untuk menghormati para peserta maka trainer ini tidak berbusana dan hanya mengenakan koteka. Dia berbisik dalam hati, “Yes, saya akan lebih cepat diterima oleh para peserta training dibandingkan trainer hari pertama.”
Begitu masuk ke dalam ruangan, trainer ini terkejut karena semua peserta hari kedua mengenakan jas rapi sekaligus berdasi. Hanya ia yang menggunakan koteka dan itupun salah memasangnya.
Salam SuksesMulia!

Selasa, 02 Oktober 2012

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang pemuda yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang sahabatnya yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. pemuda yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta sahabatnya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar pemuda itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang sahabat, sambil meludah kesamping.
Pemuda itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak sahabatnya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pemuda itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat sahabat itu selesai mereguk air itu, Sang Pemuda berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

Minggu, 03 Juni 2012

Ternyata Hidupku 1,5 Jam

Hidup cuma 1,5 jam setara waktu akhirat, masih milih yg HARAM..? NO, WAY..!‬ Hidup ini sangat singkat,Kata pepatah jawa "urip mung mampir ngombe" hidup cuma mampir buat minum aja. Al Quran mengatakan secara implisit bahwa satu hari di akhirat rasanya bagaikan seribu tahun di dunia. (QS 22:47, 32:5) Bukankah ini kaidah teori relativitas? Laron berpikir telah hidup lama, buktinya sudah mengelilingi ruangan rumah. namun jika cicak melihatnya maka umur laron hanya semalam saja.  Cicak pikir umurnya juga telah lama, namun jika dilihat oleh kucing maka umurnya sebentar saja. Kucing pikir ia telah berumur panjang, namun apakah sama jika kuda yg melihatnya? Begitu pula kuda jika dilihat oleh manusia maka umur kuda hanya singkat saja. Bagaimana dengan manusia? Siapa yg melihat umur manusia? Mari kita lihat berdasarkan Al Quran sebagai sumber kebenaran absolut. 1 hari akhirat = 1000 tahun 24jam akhirat = 1000 tahun 3jam akhirat = 125 tahun 1,5jam akhirat = 62,5 tahun Umur manusia rata-rata 60 - 70 tahun. Jadi hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu. Hanya satu setengah jam saja. Menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak surga atau neraka. (QS 35:15 , 4:170) Cuma satu setengah jam saja cobaan, maka bersabarlah (QS 74:7,52:48,39:10) Satu setengah jam saja coba buat Allah senang dan hentikan buat setan senang. (QS 43:36) Cuma satu setengah jam saja mencoba menahan nafsu dan ganti dengan SUNNAH-NYA. (QS 12:53, 33:38) 

SATU SETENGAH JAM...  sebuah perjuangan teramat singkat, dan Allah ganti dengan surga Ridha Allah... (QS 9:72, 98:8 ,4:114) Selamat berjuang LAGI..Mencari bekal perjalanan panjang nanti...(QS 59:18,42:20, 3:148, 28:77)QS 23:114Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui' Jadi, masih mau milih yang HARAM, baik DZAT-nya dan/ CARA-nya memperoleh DZAT itu (makanan tidak halal, uang ribawi, nyogok, terima suap,korupsi,dll),NO WAY! menyia-nyiakan waktu!! bukan aku dan bukan Anda yang begitu kan sobat..???

Rabu, 29 Februari 2012

Allah punya rencana yg indah untukmu..



“Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.

Seorang mahasiswa pasti mengharapkan sebuah prestasi akademik yang baik. Seorang pengusaha pasti selalu mengharapkan mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Seorang pilot pasti mengharapkan agar dapat take off dan landing dengan selamat. Seorang penulis buku pasti mengharapkan agar bukunya dapat diminati oleh banyak orang. Begitupun dengan kita, kita pasti mengharapkan keberhasilan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.


Minggu, 26 Februari 2012

Dari pasir, Akulah Mutiara itu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Haloo Sahabat Hebatku, Bagaimana Kabarmu yang selalu terlihat Bersemangat Setiap Harinya? Semoga yah Kita selalu di beri kemudahan dalam setiap Langkah awal yang kecil sekalipun, dengan penuh percaya diri semoga Allah Memberikan Langkah besar untuk pencapaian hidup yang lebih Hebat juga. AAMIIN?
Sahabatku, Ketika Kesuksesan itu belum juga dapat Kamu raih, Maka kita sudah mulai merasa perjalanan ini begitu berat di jalani,Benar gak sih? Tapi jgn berkecil hati dulu sobat, Sukses Memang lah butuh kerja keras dan perjuangan untuk dapat di raih, tapi hal itu gak menjadikan kita mundur begitu saja kan?
Eits, tunggu dulu.. sebelum Kita bahas lebih lanjut, di baca deh ilustrasi menarik berikut ini, menarik dan penuh inspirasi, SETUJU YA? yuk dilanjut bacanya..
Pernahkah Kamu melihat Kerang? Tentu Kamu sudah tau Waktu kerang mencari makan, ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka, tutup, buka lagi, tutup lagi, dst….
Pada Suatu hari disaat cangkang seekor kerang muda terbuka, tanpa sengaja sebutir pasir tiba-tiba masuk ke dalam cangkang kerang itu. tak pelak Sang kerang muda ini pun menangis sambil memanggil-manggil ibunya.”ibu… Bu sakit, bu.. Ada pasir masuk ke dalam tubuhku”.
Sang ibu menjawab:”Sabar ya nak, jgn pedulikan sakit itu, bila perlu berikanlah kebaikan pada sang pasir yg menyakitimu itu”.