Tampilkan postingan dengan label jodoh manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jodoh manusia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Juli 2014

Jodoh tak pernah tertukar

Dan perempuan-perempuan yang keji adalah diperuntukkan bagi laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji juga diperuntukkan bagi perempuan yang keji sedangkan perempuan yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik diperuntukan bagi perempuan yang baik (QS. An-Nur: 26)

Wahai wanita, jodoh itu cerminan diri. Jika ingin bersanding dengan orang yang pantas, pantaskanlah diri sebelum benar-benar bertemu dengannya. Bukan dengan mematut diri di cermin lalu sibuk make over sana-sini.

Tapi bertekadlah untuk menjadi wanita single yang luar biasa. Wanita yang mau menjaga kehormatannya saat yang lain mengumbar auratnya. Wanita yang mencintai al-qur'an saat yang lain sibuk dengan gadgetnya.

Wanita yang menundukkan pandangan saat yang lain sibuk tebar pesona. Wanita yang terus mencari ilmu saat yang lain sibuk hura-hura. Jadilah wanita yang tegas menolak ditarik ulur cintanya tanpa kejelasan kapan lelaki itu akan melamar anda.

Wahai lelaki, wanita tak butuh lelaki tebar pesona yang kosong isinya. Kosong ilmu, kosong harta, kosong pengamalan agama. Maka perkayalah dirimu dengan kekayaan ilmu yang mampu menuntun kehidupan keluargamu. Sebab, lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya dan pasti kelak harus dipertanggung jawabkan di akherat.

Perbanyaklah amal ibadahmu jika kamu benar-benar memimpikan bidadari surga itu. Perkayalah pundi-pundi hartamu dengan kerja keras di jalan yang baik dan selingilah dengan sedekah agar hartamu yang berlimpah semakin barakah.

Bangun cinta untuk jatuh dalam cinta yang halal. Jodoh itu rahasia Allah, sekuat apa kita setia menunggu dan sabar.

Salam semangat, tetap energik dan santun.

Depok, 18 Ramadhan 1435 H

Rabu, 29 Februari 2012

Allah pasti menciptakan berpasang2an


Pertanyaan klasik yg selalu melekat mengiringi langkah kehidupan setiap orang dewasa adalah kapan menikah? yg ditanyapun selalu mentok dgn pertanyaan ini, bingung gak tau harus menjawab apa. Pertanyaan ini bisa muncul dalam kehidupan sehari-hari misalnya pembicaraan-pembicaraan ringan dgan teman, saudara, atau sekeliling kita tentang  kesendirian kita dan ini gak akan terlepas dari kita yg belum berkeluarga. dibutuhkan kebijakan untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yg datang tanpa harus merasa tertekan secara mental karena ini bukanlah cemohan atau ledekan namun berupa bentuk kasih-sayang dan perhatian terhadap kita. misalnya kalo aku ditanya kapan menikah? just easy to answer it  “mei”. mereka akan segera melanjutkan pertanyaan dengan siapa? dimana? akupun mejawab pertanyaan ini dengan senyum dan berkata “meibi yes meibi not”.
 
Usia akan terus melaju dgan cepat tanpa bisa kita nego untuk berhenti sejenak. Ummyku bilang umur lelaki itu ibarat traffic light, di umur 20-24 tahun lampu hijau yang artinya gak masalah jika jodoh belum mendekat (santai aja bro..), umur 25-30 tahun lampu kuning artinya hati-hati diusia yang seperti ini karena usia yang sudah cukup matang untuk membangun rumah tangga. 31-40 tahun lampu merah artinya ikhwan di usia gini udah dapat digolongkan perjaka tua jika gak juga menemukan jodohnya. Kalau dipikir-pikir pengibaratan ini benar juga. kebanyakan dari ikhwan yang resah menanti jodoh di usia lampu kuning karena takut digolongin dalam usia lampu merah.

Allah punya rencana yg indah untukmu..



“Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.

Seorang mahasiswa pasti mengharapkan sebuah prestasi akademik yang baik. Seorang pengusaha pasti selalu mengharapkan mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Seorang pilot pasti mengharapkan agar dapat take off dan landing dengan selamat. Seorang penulis buku pasti mengharapkan agar bukunya dapat diminati oleh banyak orang. Begitupun dengan kita, kita pasti mengharapkan keberhasilan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.