Tampilkan postingan dengan label Muslim Beriman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslim Beriman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Kesendirian is Loneliness

Banyak orang yang merasa bahwa mereka bisa menjalani hidup yang happy tanpa perlu berinteraksi dengan banyak orang. Mereka hanya intensif berinteraksi dengan dirinya dan “ring satu” (keluarga inti dan sahabat yang sudah lama).
Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi ini. Mereka loneliness tetapi mereka tidak menyadarinya.
Mereka sudah merasa nyaman berada di “ring satu”. Mereka terlalu asyik dengan dunianya dan mereka tidak menyadari bahwa dunia sudah berubah begitu cepat. Terlalu lama dan asyik di “ring satu” membuat seseorang sulit berkembang baik secara keahlian ataupun sikap mental. Boleh jadi uanganya banyak tetapi hatinya merasa hampa. Sepi dalam keramaian.
Banyak kerugian yang didapat bila seseorang hanya asyik berinteraksi dengan “ring satu”.
Kerugian pertama, mereka sulit diajak untuk berubah. Perasaan dan kondisi nyaman karena asyik dengan apa yang sudah dijalaninya selama ini membuat mereka merasa tak perlu berubah ke arah yang lebih menantang.
Kerugian kedua, mereka mudah tersinggung. Karena terbiasa enjoy dan asyik dengan dunianya maka saat berbeda pendapat dengan orang lain mereka akan mudah “mutung” alias mudah tersinggung. Padahal, perbedaan pendapat itu membuat seseorang lebih bijak, berpandangan luas dan mengikis kesombongan.
Cobalah merenung sejenak, apabila Anda hanya dekat dengan keluarga inti dan teman dekat yang tiada pernah bertambah bisa jadi Anda terkena penyakit loneliness.
Segeralah keluar dari “ring satu” perbanyak teman Anda. Sahabat itu penting bagi kehidupan di dunia maupun di akherat.
Kelak, apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah swt. “Ya Tuhan kami, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?
Maka Allah SWT berfirman, “Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah. (Hadits Riwayat Ibnul Mubarak).
Banyak orang yang loneliness tetapi tidak menyadari bahwa dirinya loneliness. Semoga Anda dan saya tidak termasuk di dalamnya.
Karena ternyata loneliness merugikan kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.
Mari perbanyak sahabat jangan hanya terbatas di “ring satu”.

Jadikan aku sahabatmu...
Find me on fb Misbahuddin or WhatsApp 085247298457
Salam hebat, tetap bijak dan tetap santun sahabat hebatku...

Kamis, 31 Januari 2013

Berikan yang lebih...

Apa yang bisa dipetik untuk kita yang baru memulai usaha?
Pada Jumat, 7 Desember 2012 saat mengantar ibund3 ke pasar di sekitar rumah kami, kami berbagi tugas, biasanya saya mendapat tugas membeli buah-buahan.

Saat membeli buah, buah rambutan mulai musim dan banyak pedagang yang menjual rambutan. Saya membeli beberapa ikat rambutan dari pedagang keliling yang sedang berhenti di depan pasar, sambil ia menawarkan rambutannya.

Seperti biasa saya sempatkan mengobrol dengan para pedagang di pasar, begitu pula dengan pedagang rambutan keliling ini. Saya senang dengan semangat mereka berdagang, ada motivasi yang membangkitkan gerak usaha saya juga.

Dari pedagang gerobak ini saya bertanya, dari mana rambutan ini ia beli? Ia menjelaskan secara detail bagaimana ia bisa berjualan buah musiman ini. Awalnya ia mengambil barang dagangan ini dari seorang boss. Boss ini yang menyediakan banyak gerobak dan buahnya kepada para pedagang.

Setiap hari biasanya si boss menyediakan rambutan sebanyak 100 ikat per gerobak yang harus dijual oleh pedagang dalam sehari. Setoran kepada si boss dalam sehari haruslah sejumlah Rp. 750.000,-. Artinya harga modal per ikat adalah Rp. 7.500,-

Pedagang biasanya menjualnya dengan harga Rp. 10.000,- per ikat. Kadang pedagang menawarkan paket 4 ikat hanya Rp. 35.000,-.

Selisih dari setoran per hari itu menjadi keuntungan buat si pedagang. Laku tidak laku, si boss tetap meminta setoran Rp. 750.000,- tersebut. Pedagang asal Cirebon ini, mengatakan setiap harinya, Alhamdulillah ia bisa menghabiskan dagangannya dan menyetor penuh kepada sang boss, dan ia pun mendapatkan keuntungan.

Coba saja hitung berapa sehari ia dapat untung, jika rata-rata ia mengambil untung Rp. 2.500,- per ikat, maka ia mendapatkan untung sekitar Rp. 250.000,- atau seperempat juta setiap harinya.

Dan benefit lain yang pedagang dapatkan dari bossnya tersebut juga adalah ia mendapat pinjaman gerobak gratis setiap hari, tempat tinggal bagi yang memerlukan dan sarapan sebelum berangkat dagang.

Berapa si boss punya gerobak? Boss yang berasal dari Subang ini mempunyai gerobak sekitar 40 buah. Itu khusus gerobak rambutan, jika musim sudah berlalu, ia menjual buah duku dan gerobaknya pun berbeda, si boss mendatangkan gerobak buah duku dari daerah asalnya itu. Dan terus berputar musim, si boss mengganti buah yang dijualnya. Dan para pedagang pun setia mengikuti bossnya.

Apa yang bisa dipetik untuk kita yang baru memulai usaha?

1. Banyak jalan jika kita ingin usaha, walau tidak mempunyai modal. Pedagang buah tersebut bisa dikatakan hanya modal diri dan kenal dengan si boss buah tersebut. Artinya selain modal uang ada modal jaringan dan kemauan yang kuat untuk bisa memulai usaha.

2. Jangan takut dengan target, apalagi target harian. Pedagang tersebut dalam sehari dia keliling bisa mencapai targetnya menjual 100 ikat rambutan. Dan memang selalu ada resiko, jika buah tidak laku maka itulah resiko yang ia ambil, ia tetap harus bayar kepada bossnya penuh. Mau tidak mau ia harus menjualnya habis sebelum buah tersebut busuk. Target jika kita jalani dan terus diupayakan akan selalu berhasil dicapai. Jangan menyerah, resiko memang ada namun semua menghasilkan rezeki yang telah ditentukan.

3. Inovatif dalam menjual. Pedagang selalu menawarkan lebih dahulu paket yang besar yang dapat menghasilkan untung yang besar. Seperti yang dilakukannya ia menawarkan paket 4 ikat rambutan yang telah ia beri diskon, tentu ini menjadi penawaran yang menarik buat calon pembeli. Apa kira-kira inovasi yang anda bisa tawarkan ke pelanggan anda?

4.Tidak menyerah jika musim berganti. Jika musim rambutan sudah tidak lagi ada maka mereka mengganti buah kelilingnya dengan buah yang sedang musim. Untuk kita yang usaha, jangan abaikan trend yang sedang ada di khalayak pelanggan. Kita harus segera merubah berdasarkan demand pasar, sesuai kebutuhan pelanggan.

5. Leverage bisnis. Lihat apa yang dilakukan bossnya. Ia hanya perlu menyiapkan banyak gerobak dan menyediakan stok buah yang banyak untuk para pedagang. Si boss tidak perlu keliling berjualan buah. Ia cukup memfasilitasi para pedagang. Inilah daya ungkit atau leverage untuk usaha ia lakukan. Jika ada 40 gerobak maka ada 40 kali faktor daya ungkit pemasukan yang ia dapatkan. Coba hitung 40 dikali Rp. 750.000,- alhasil 30juta rupiah ia dapatkan dalam satu hari.

6. Menciptakan banyak wirausaha lainnya. Yang dilakukan si boss buah tersebut adalah bukanlah memberi lapangan kerja namun membantu orang lain mempunyai usaha mandiri. Ia bisa menciptakan saluran rahmat buat orang lain. Bagaimana dengan bisnis anda?

Semoga menginspirasi bisnis anda…

Tetap Semangat...
Tetap Santun... Salam Hangat Sahabat Hebatku...

Jumat, 23 November 2012

Security berwibawa

 Jamil Azzaini

Semakin ahli biasanya orang semakin memiliki kharisma dan wibawa. Selain itu, dalam kesempatan-kesempatan acara, seorang ahli berpeluang lebih diberi panggung dibandingkan yang tidak ahli. Bahkan Nabi pun mengatakan, “Serahkan pekerjaan pada ahlinya.”
Kesempatan untuk mendapatkan berbagai peluang bagi seorang ahli juga lebih terbuka lebar. Bisa dikatakan, seorang yang ahli itu seperti magnet yang bisa menarik berbagai hal di sekitarnya. Oleh karena itulah seorang ahli berpeluang lebih besar bisa menikmati kehidupan terbaik, SuksesMulia.
Tetapi di dalam kehidupan kadang muncul hal-hal diluar kelaziman. Seorang yang ahli boleh jadi kalah wibawa dibandingkan orang yang tidak ahli. Tidak percaya? Ini contohnya…
Dikisahkan, Densus 88 hendak melakukan penangkapan orang yang dituduh teroris. Mereka sudah mengepung salah satu rumah di sebuah kompleks perumahan. Melalui pengeras suara, komandan lapangan berteriak, “Wahai teroris, lokasi sudah kami kepung, keluarlah!” Perintah tersebut sudah disampaikan berulang-ulang, namun tidak ada satupun orang yang keluar dari rumah itu.
Melihat suasana itu, security kompleks perumahan ini berinisiatif membantu Densus 88. Ia meminta izin meminjam pengeras suara dari komandan lapangan. “Wahai orang yang dituduh teroris, keluarlah! Bila tidak keluar dari rumah, kaki Anda saya tembak.” Tidak lama berselang, seorang lelaki gagah berbadan kurus keluar dari rumah yang dikepung itu.
Setelah lelaki itu diborgol oleh anak buahnya komandan lapangan bertanya kepadanya, “Saat saya perintah kenapa Anda tidak keluar, tetapi ketika hanya seorang security yang mengancam Anda justru keluar?” Orang itu menjawab, “Anda dan pasukan Anda terlatih, bila ingin menembak kaki maka akan terkena kaki. Kalau security yang menembak repot urusannya, pak. Kaki yang dibidik bisa kepala yang kena…”
Salam SuksesMulia!

Rabu, 29 Februari 2012

Allah punya rencana yg indah untukmu..



“Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.

Seorang mahasiswa pasti mengharapkan sebuah prestasi akademik yang baik. Seorang pengusaha pasti selalu mengharapkan mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Seorang pilot pasti mengharapkan agar dapat take off dan landing dengan selamat. Seorang penulis buku pasti mengharapkan agar bukunya dapat diminati oleh banyak orang. Begitupun dengan kita, kita pasti mengharapkan keberhasilan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.