Rabu, 16 Juli 2014
Sederhana untuk Bahagia
Selasa, 15 Juli 2014
Jodoh tak pernah tertukar
Dan perempuan-perempuan yang keji adalah diperuntukkan bagi laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji juga diperuntukkan bagi perempuan yang keji sedangkan perempuan yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik diperuntukan bagi perempuan yang baik (QS. An-Nur: 26)
Wahai wanita, jodoh itu cerminan diri. Jika ingin bersanding dengan orang yang pantas, pantaskanlah diri sebelum benar-benar bertemu dengannya. Bukan dengan mematut diri di cermin lalu sibuk make over sana-sini.
Tapi bertekadlah untuk menjadi wanita single yang luar biasa. Wanita yang mau menjaga kehormatannya saat yang lain mengumbar auratnya. Wanita yang mencintai al-qur'an saat yang lain sibuk dengan gadgetnya.
Wanita yang menundukkan pandangan saat yang lain sibuk tebar pesona. Wanita yang terus mencari ilmu saat yang lain sibuk hura-hura. Jadilah wanita yang tegas menolak ditarik ulur cintanya tanpa kejelasan kapan lelaki itu akan melamar anda.
Wahai lelaki, wanita tak butuh lelaki tebar pesona yang kosong isinya. Kosong ilmu, kosong harta, kosong pengamalan agama. Maka perkayalah dirimu dengan kekayaan ilmu yang mampu menuntun kehidupan keluargamu. Sebab, lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya dan pasti kelak harus dipertanggung jawabkan di akherat.
Perbanyaklah amal ibadahmu jika kamu benar-benar memimpikan bidadari surga itu. Perkayalah pundi-pundi hartamu dengan kerja keras di jalan yang baik dan selingilah dengan sedekah agar hartamu yang berlimpah semakin barakah.
Bangun cinta untuk jatuh dalam cinta yang halal. Jodoh itu rahasia Allah, sekuat apa kita setia menunggu dan sabar.
Salam semangat, tetap energik dan santun.
Depok, 18 Ramadhan 1435 H
Minggu, 13 Juli 2014
Dendam Positif
Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun 40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya kering.Minggu, 29 Juni 2014
Kesendirian is Loneliness
Banyak orang yang merasa bahwa mereka bisa menjalani hidup yang happy tanpa perlu berinteraksi dengan banyak orang. Mereka hanya intensif berinteraksi dengan dirinya dan “ring satu” (keluarga inti dan sahabat yang sudah lama). Mereka sudah merasa nyaman dengan kondisi ini. Mereka loneliness tetapi mereka tidak menyadarinya.
Mereka sudah merasa nyaman berada di “ring satu”. Mereka terlalu asyik dengan dunianya dan mereka tidak menyadari bahwa dunia sudah berubah begitu cepat. Terlalu lama dan asyik di “ring satu” membuat seseorang sulit berkembang baik secara keahlian ataupun sikap mental. Boleh jadi uanganya banyak tetapi hatinya merasa hampa. Sepi dalam keramaian.
Banyak kerugian yang didapat bila seseorang hanya asyik berinteraksi dengan “ring satu”.
Kerugian pertama, mereka sulit diajak untuk berubah. Perasaan dan kondisi nyaman karena asyik dengan apa yang sudah dijalaninya selama ini membuat mereka merasa tak perlu berubah ke arah yang lebih menantang.
Kerugian kedua, mereka mudah tersinggung. Karena terbiasa enjoy dan asyik dengan dunianya maka saat berbeda pendapat dengan orang lain mereka akan mudah “mutung” alias mudah tersinggung. Padahal, perbedaan pendapat itu membuat seseorang lebih bijak, berpandangan luas dan mengikis kesombongan.
Cobalah merenung sejenak, apabila Anda hanya dekat dengan keluarga inti dan teman dekat yang tiada pernah bertambah bisa jadi Anda terkena penyakit loneliness.
Segeralah keluar dari “ring satu” perbanyak teman Anda. Sahabat itu penting bagi kehidupan di dunia maupun di akherat.
Kelak, apabila penghuni surga telah masuk ke dalam surga, lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yang selalu bersama mereka dahulu di dunia. Mereka bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah swt. “Ya Tuhan kami, kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia shalat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami?
Maka Allah SWT berfirman, “Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang dihatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah. (Hadits Riwayat Ibnul Mubarak).
Banyak orang yang loneliness tetapi tidak menyadari bahwa dirinya loneliness. Semoga Anda dan saya tidak termasuk di dalamnya.
Karena ternyata loneliness merugikan kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat.
Mari perbanyak sahabat jangan hanya terbatas di “ring satu”.
Jadikan aku sahabatmu...
Find me on fb Misbahuddin or WhatsApp 085247298457
Salam hebat, tetap bijak dan tetap santun sahabat hebatku...
Senin, 28 April 2014
Mencari kunci rezeki yang hilang
Inilah fenomena “hilangnya kunci rezeki” di mata mereka. Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hambaNya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia telah menunjukkan kunci-kunci dari pintu rezeki tersebut. Dia pula menjanjikan keluasan rezeki yang tidak disangka-sangka kepada siapa saja yang menempuhnya.
Pada edisi kali ini kami akan menuliskan beberapa hal yang dapat ditempuh agar rezeki halal dari Sang Pemberi dapat diraih, pintu rezeki dari atas langit terbuka, tentu dengan penuh harap dan keyakinan, hanya Dialah yang mencurahkan rezeki kepada hamba – hamba yang Ia kehendaki.
TAKWA KEPADA ALLAH
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rezeki dan menjadikannya terus bertambah. Allah berfirman, artinya : "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya
Jumat, 18 April 2014
Tak disangka
Sahabatku. ...
Kisah nyata, terjadi di Pakistan. Pesawat yg dinaiki dr. Ishan (ahli bedah terkenal dari Pakistan) mengalami gangguan harus mendarat di airport terdekat. Singkat cerita, dr. Ishan melanjutkan perjalanan dgn menyewa mobil yg
diperkirakan ditempuh dlm 3 jam. Baru berjalan 5 menit, tiba2 cuaca mendung, disusul hujan besar disertai petir. Setelah 2 jam, mrk ternyata tersesat. Terlihat sebuah rumah kecil, lalu dr. Ishan mendatanginya. Terdengar suara seorang wanita tua menyambutnya, Dia masuk dan meminta kpd ibu tsb utk istirahat dan meminjam telponnya. Ibu itu tertawa: Disini tdk
ada listrik, apalagi telp. Namun duduklah, sebentar sy buatkan teh dan sedikit makanan utk menyegarkan kekuatan anda. Sementara ibu itu permisi utk sholat dan berdoa. Terlihat anak kecil terbaring di atas kasur di sisi ibu tsb, terdengar lirih do'a yg panjang. dr. Ishan mendatanginya dan berkata: Demi Allah, sy kagum dgn keramahan dan kemuliaan akhlak
anda, semoga Allah menjawab do'a2 anda.
Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yg sdh diwasiatkan Allah utk dibantu.
Sedangkan do'a2 sy sdh dijawab Allah semuanya, kecuali satu. Bertanya dr. Ishan: Apa itu doanya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu sy, dia yatim piatu,dia sakit, dokter2 di sini tidak sanggup. Mrk berkata ada seorang dokter ahli bedah yg akan mampu menyembuhkannya, katanya namanya dr. Ishan, tetapi dia jauh dari sini, tdk memungkinkan sy bawa anak ini kesana. Makanya sy berdo'a kpd
Allah agar memudahkannya. Menangislah dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do'a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan, petir dan menyesatkan kami, hanya utk mengantarkan sy ke ibu secara cepat dan tepat.
Sy lah dr. Ishan bu, sungguh Allah telah menciptakan sebab seperti ini kpd hamba-Nya yg mu'min dgn do'a. Ini adalah perintah Allah
kpd sy utk mengobati anak ini.
Berpikir dan renungi sejenak, ada banyak solusi kehidupan walau hanya dgn setetes embun yg mengendap di dedaunan..
Tetap santun sahabat hebatku,,,Semoga bermanfaat ...
Sabtu, 14 Desember 2013
Kisah singa dan sholat yg khusyu'
Imam Adz Dzahabi dalam kitabnya Siyar A’lam Nubala’ menceritakan sebuah kisah yang mengagumkan dan sepantasnya jadi renungan kita bersama.Sekelompok orang melakukan safar tiba di sebuah lembah yang dikelilingi hutan belantara. Saat malam tiba, mereka beristirahat di sana. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan datangnya seekor singa. Semua orang panik. Semua orang takut. Mereka pun berusaha menyelamatkan diri dengan memanjat pohon.
Tetapi, diantara riuhnya kepanikan itu, ada satu orang yang tetap tenang. Ia sedang shalat dan tetap melanjutkan shalatnya. Orang-orang melihat detik demi detik berikutnya yang sangat menegangkan. Benar dugaan mereka, singa itu mendatangi orang yang tengah melakukan shalat itu. Matanya menyorot tajam. Satu langkah, dua langkah. Aneh. Singa itu tidak langsung menerkamnya. Singa itu justru berjalan mengelilingi orang itu. Setelah itu, singa pergi meninggalkannya begitu saja. Orang-orang bernafas lega. Setelah memastikan singa itu pergi dan tidak ada tanda-tanda ia kembali lagi, mereka pun turun dari pohon. “Engkau gila!” kata mereka kepada temannya seusai ia shalat “mengapa engkau tidak ikut menyelamatkan diri bersama kami? Hampir saja singa itu memakanmu”. “Seperti kalian lihat,” jawabnya tenang, “aku tadi sedang shalat. Demi Allah, aku merasa malu bahwa aku sedang berdiri menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi aku malah takut kepada hal lainnya.”. “Aku malu bahwa aku berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi aku malah takut kepada salah satu makhlukNya.”
Masya Allah… demikian tinggi tingkat khusyu’ shalat orang ini. Ia tetap berada dalam shalatnya, meski singa datang mendekatinya. Bagaimana dengan kita? Selayaknya kita banyak-banyak beristighfar karena pada saat shalat, kita mengingat hal lain. Kita membaca Al Qur’an, tetapi pikiran kita terkadang melayang ke sana kemari. Tubuh kita menghadap kiblat, tetapi jiwa kita berada di tempat yang lain. Lisan kita melafal doa, tetapi hati kita tidak menghayati doa-doa itu. Lalu bagaimana seandainya ada kucing yang datang mendekat kepada kita? Kucing saja, bukan singa. Terkadang seekor kucing sudah membuat kita salah tingkah dalam shalat. Apalagi singa. Atau yang lebih sering, nyamuk yang menggigit kita saat sedang shalat, membuat kita lebih konsentrasi pada sakit gigitannya daripada tenggelam dalam ayat- ayat yang kita baca.
Mari merenungi shalat kita dari kisah ini. Betapa masih jauhnya kita dari khusyu’ saat shalat. Padahal Allah memfirmankan kecelakaan orang-orang yang lali dari shalatnya. “Wailul lil mushalliin, alladziina hum ‘an shalaatihim saahuun”. Sebagian mufassir menjelaskan bahwa “an shalatihin saahuun” adalah orang-orang yang meninggalkan shalat. Mereka itulah orang-orang yang celaka. Namun, sebagian yang lainnya menjelaskan bahwa “an shalatihim saahuun” adalah mereka yang lalai dalam shalatnya. Mengerjakan shalat, tetapi waktunya ditunda-tunda. Termasuk juga mengerjakan shalat, tetapi hati dan jiwanya tidak ikut shalat. Mengerjakan shalat, tetapi ia tidak khusyu’ dalam shalatnya. Sekedar fisik yang menghadap kiblat dan lisan yang mengucap doa, tetapi hatinya lalai entah ke mana. Na’udzubillah. [Muchlisin BK/ Kisahikmah.com ]
Tetap semangat dan santun sahabat hebatku...
