Selasa, 02 Oktober 2012

Garam dan Telaga

Suatu ketika, hiduplah seorang pemuda yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang sahabatnya yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.
Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. pemuda yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta sahabatnya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar pemuda itu.
“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang sahabat, sambil meludah kesamping.
Pemuda itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak sahabatnya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.
Pemuda itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat sahabat itu selesai mereguk air itu, Sang Pemuda berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

Minggu, 30 September 2012

Positive Thinking

Suatu ketika di Negara Eropa, seorang kriminal buronan negara berhasil tertangkap. Sang kriminal adalah buronan kelas kakap yang telah melakukan banyak sekali kejahatan, perampokan, pembunuhan, terorisme dan tidaklah terhitung daftarnya.
Pengadilan Negara menjatuhkan vonis hukuman mati kepadanya dan mereka mulai mendiskusikan hukuman apa yang akan mereka berikan kepada sang kriminal. Mereka memilih beberapa alternatif, diantaranya hukuman gantung, hukuman tembak, kursi listrik, ruang beracun, dll.
Pada saat diskusi tersebut berlangsung, seorang ilmuwan mencadangkan suatu metode baru sebagai percobaan untuk memberi vonis hukuman mati, suatu metode yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Mereka pun mendengarkan ide tersebut dan akhirnya mereka pun menyetujui ide tersebut dan membiarkan sang ilmuwan melakukan riset terhadapnya.
Sang kriminal dimasukkan kedalam suatu ruangan dan dibaringkan dengan tubuh terikat. Matanya ditutup dan dibisikkan ”Kamu akan segera dihukum mati! dengan metode terbaru maka urat nadi di pergelanganmu akan kami potong dan darahmu akan segera menetes. Kamu tidak akan merasa sakit karena teknologi yang kami gunakan sangat canggih.
Darahmu akan menetes perlahan-lahan dan akan membiarkan dirimu mendengar suara tetesannya. Secara perlahan kamu akan kehabisan darah dan tubuhmu akan melemah, detak jantungmu semakin perlahan.. semakin lemah.. sampai akhirnya kamu akan mati !”

Sabtu, 29 September 2012

Menemukan dari yg sederhana

Jalan Kaki Cara Efektif Menghapus Emosi Negatif
Selain meningkatkan produksi hormon bahagia, jalan kaki juga mengatasi trauma dengan menyeimbangkan fungsi otak dan berperan sebagai sarana meditasi.Peran jalan kaki untuk meningkatkan kebugaran fisik, memang sudah tak diragukan lagi. Sekadar menenangkan diri, menenangkan pikiran, menghilangkan stress, begitu kata beberapa orang mengapa mereka suka berjalan kaki. Namun orang memilih jalan kaki untuk mendetoks emosi, tentu karena manfaatnya tidak hanya terbukti secara empiris.
Beberapa penelitian membuktikan, sebagian depresi dan trauma juga bisa
disembuhkan dengan terapi alami ini. Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Temple di Philadelphia, Amerika, membuktikan bahwa berjalan kaki membuat kita lebih bahagia. Kok bisa ya?
Merangsang hormon bahagia

Ternyata, salah satu kuncinya berada pada endorfin, hormon yang dijuluki
“penenang alami” sekaligus “malaikat” pemberi rasa bahagia. Endorfin diproduksi secara alamiah oleh kelenjar otak untuk mengimbangi hormon adrenalin dan kortisol yang melimpah saat kita merasa jengkel, marah, atau stres.

Kamis, 27 September 2012

Belajar pada yang lebih Kecil

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, ”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu.
Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.

Jadilah Muslim Hebat yang bermanfaat pada sesama melalui inspirasi-inspirasi hidup Anda karena dengan hal itu kita minimal sudah dapat berbagi kepada sesama dan jadilah PEMENANG sahabat hebatku...

Minggu, 03 Juni 2012

Ternyata Hidupku 1,5 Jam

Hidup cuma 1,5 jam setara waktu akhirat, masih milih yg HARAM..? NO, WAY..!‬ Hidup ini sangat singkat,Kata pepatah jawa "urip mung mampir ngombe" hidup cuma mampir buat minum aja. Al Quran mengatakan secara implisit bahwa satu hari di akhirat rasanya bagaikan seribu tahun di dunia. (QS 22:47, 32:5) Bukankah ini kaidah teori relativitas? Laron berpikir telah hidup lama, buktinya sudah mengelilingi ruangan rumah. namun jika cicak melihatnya maka umur laron hanya semalam saja.  Cicak pikir umurnya juga telah lama, namun jika dilihat oleh kucing maka umurnya sebentar saja. Kucing pikir ia telah berumur panjang, namun apakah sama jika kuda yg melihatnya? Begitu pula kuda jika dilihat oleh manusia maka umur kuda hanya singkat saja. Bagaimana dengan manusia? Siapa yg melihat umur manusia? Mari kita lihat berdasarkan Al Quran sebagai sumber kebenaran absolut. 1 hari akhirat = 1000 tahun 24jam akhirat = 1000 tahun 3jam akhirat = 125 tahun 1,5jam akhirat = 62,5 tahun Umur manusia rata-rata 60 - 70 tahun. Jadi hidup manusia ini jika dilihat dari langit hanyalah 1,5 jam saja. Pantaslah kita selalu diingatkan masalah waktu. Hanya satu setengah jam saja. Menentukan kehidupan abadi kita kelak, hendak surga atau neraka. (QS 35:15 , 4:170) Cuma satu setengah jam saja cobaan, maka bersabarlah (QS 74:7,52:48,39:10) Satu setengah jam saja coba buat Allah senang dan hentikan buat setan senang. (QS 43:36) Cuma satu setengah jam saja mencoba menahan nafsu dan ganti dengan SUNNAH-NYA. (QS 12:53, 33:38) 

SATU SETENGAH JAM...  sebuah perjuangan teramat singkat, dan Allah ganti dengan surga Ridha Allah... (QS 9:72, 98:8 ,4:114) Selamat berjuang LAGI..Mencari bekal perjalanan panjang nanti...(QS 59:18,42:20, 3:148, 28:77)QS 23:114Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui' Jadi, masih mau milih yang HARAM, baik DZAT-nya dan/ CARA-nya memperoleh DZAT itu (makanan tidak halal, uang ribawi, nyogok, terima suap,korupsi,dll),NO WAY! menyia-nyiakan waktu!! bukan aku dan bukan Anda yang begitu kan sobat..???

Rabu, 29 Februari 2012

Allah pasti menciptakan berpasang2an


Pertanyaan klasik yg selalu melekat mengiringi langkah kehidupan setiap orang dewasa adalah kapan menikah? yg ditanyapun selalu mentok dgn pertanyaan ini, bingung gak tau harus menjawab apa. Pertanyaan ini bisa muncul dalam kehidupan sehari-hari misalnya pembicaraan-pembicaraan ringan dgan teman, saudara, atau sekeliling kita tentang  kesendirian kita dan ini gak akan terlepas dari kita yg belum berkeluarga. dibutuhkan kebijakan untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan yg datang tanpa harus merasa tertekan secara mental karena ini bukanlah cemohan atau ledekan namun berupa bentuk kasih-sayang dan perhatian terhadap kita. misalnya kalo aku ditanya kapan menikah? just easy to answer it  “mei”. mereka akan segera melanjutkan pertanyaan dengan siapa? dimana? akupun mejawab pertanyaan ini dengan senyum dan berkata “meibi yes meibi not”.
 
Usia akan terus melaju dgan cepat tanpa bisa kita nego untuk berhenti sejenak. Ummyku bilang umur lelaki itu ibarat traffic light, di umur 20-24 tahun lampu hijau yang artinya gak masalah jika jodoh belum mendekat (santai aja bro..), umur 25-30 tahun lampu kuning artinya hati-hati diusia yang seperti ini karena usia yang sudah cukup matang untuk membangun rumah tangga. 31-40 tahun lampu merah artinya ikhwan di usia gini udah dapat digolongkan perjaka tua jika gak juga menemukan jodohnya. Kalau dipikir-pikir pengibaratan ini benar juga. kebanyakan dari ikhwan yang resah menanti jodoh di usia lampu kuning karena takut digolongin dalam usia lampu merah.

Allah punya rencana yg indah untukmu..



“Sesuatu yang menurutmu baik untukmu, belum tentu baik menurut Allah untukmu. Dan sesuatu yang menurutmu buruk bagimu, belum tentu buruk menurut Allah bagimu”.
Bagi seorang manusia, keberhasilan adalah suatu kondisi yang selalu ingin dicapai. Tidak ada satupun manusia yang ingin terpuruk dalam kegagalan terus-menerus. Bagi mereka yang mau dan mampu untuk meraihnya, keberhasilan itu akan dapat diraih atas izin Allah SWT.

Seorang mahasiswa pasti mengharapkan sebuah prestasi akademik yang baik. Seorang pengusaha pasti selalu mengharapkan mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Seorang pilot pasti mengharapkan agar dapat take off dan landing dengan selamat. Seorang penulis buku pasti mengharapkan agar bukunya dapat diminati oleh banyak orang. Begitupun dengan kita, kita pasti mengharapkan keberhasilan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan.